jangan pernah buang nasimu!!

gw baru baca national geographic bulan ini. salah satu isinya adalah tentang kekurangan pangan dimana2.
kalo baca itu, gw jadi inget pelajaran pas esempe dulu, pelajaran Deret Malthus…
Malthus bilang kalo “pertumbuhan manusia akan meningkat menurut deret ukur sementara pertumbuhan pangan akan meningkat menurut deret hitung“.. hmmm,, kalo gw pikir2, gw juga bingung apa itu deret ukur dan hitung.
pokoknya inti dari artikel itu adalah “pertumbuhan populasi akan lebih besar daripada kemampuan bumi untuk menghasilkan makanan”

nah lo… gw jadi berpikir lebih dalam, apa iya ya, selama ini gw merasa cukup2 aja kok makan, minum, atau pun ngemil apapun, tapi apa begitu??

majalah ini menjawab apa yang menjadi pertanyaan di kepala gw. okelah Indonesia beruntung dapat tanah yang subur, bisa di tanemin apa aja kaya lagunya Koes Plus itu. tapi gimana dengan sodara2 kita di sana?
gw baca di sana, pada tahun 1943 di India, EMPAT juta manusia mati kelaparan di sana. setelah mereka sadar bahwa pangan kurang, mereka mengadakan revolusi hijau. okelah, pangan cukup, surplus malah. panen dimana2 akibat modernisasi alat dan bahan pertanian. orang menjadi gencar meneriakkan revolusi hijau dan terus bernafsu meningkatkan jumlah nya. mereka pikir ini adalah solusi untuk masalah pangan saat itu. tapi apa akibatnya?
pencemaran dimana2. air ngga ada yang bisa diminum karena tercemar pestisida dan pupuk. banyak orang sakit kanker. ternyata itu bukan cara yang baik untuk menjawab krisis pangan di dunia. krisis pangan telah menjerumuskan 75 juta jiwa tambahan ke jurang kemiskinan (NGM juni’09)

jadi, sekarang apa yang bisa kita perbuat?
kalo di majalah NGM ini, para ilmuwan dan pihak industri sudah membuat bibit unggul, metode pertanian berkelanjutan, dan irigasi yang lebih cerdas.
sekarang ini revolusi hijau sudah dimana2, udah ada pestisida yang aman, segala taneman organik. sekarang hutan hujan di babat untuk menghidupi mulut kita yang kelaparan. betapa bumi memberikan segalanya untuk kita disini.

salah satu cara terkecil untuk peduli sama mereka adalah…..

“jangan pernah buang nasimu!!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s