dissapointment

Kadang saya berpikir, kenapa ya Tuhan memberikan rasa kecewa?

Rasa kecewa itu enggak enak lho, kalo saya kecewa, rasanya di bagian dada ini aja yang nonjok, dan itu berkali-kali. Mungkin rasa kecewa di setiap orang akan berbeda kali ya.

Biasanya kalau saya kecewa, saya bisa menyimpannya rapat-rapat. Tidak perlu banyak orang yang tahu, tidak perlu di post di Twitter dan Facebook kaya orang lain, atau tidak perlu curhat ke teman dekat.

Tapi kali ini beda, rasa kecewanya beda. Rasa kecewa yang sangat- sangat, sampai ketika mengetik tulisan ini, seperti ingin teriak dan menangis.

Buat saya, kecewa beda dengan sedih. Kalau sedih, kita kehilangan dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena memang tidak ada yang bisa diperbuat, kalau kecewa, kita merasa hal tersebut tidak sesuai dengan plan kita tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah terjadi, sebenarnya bisa diusahakan tapi entah kenapa tidak sesuai harapan kita.

Kecewa bisa saja karena kita terlalu berharap banyak sama orang, atau tanpa terasa kita mengharapkan orang tersebut berbuat yang sama terhadap kita, padahal tidak.

Kecewa itu lama-lama bisa bikin sedih ternyata ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s