Japan – part…. selanjutnya

tak terasa sudah hampir setahun lalu kesana, udah banyak nama tempat yang lupa, tapi  waktu untuk bikin blog baru ada sekarang, jadi mohon maaf jika ada nama tempat yang salah atau lupa ya

setelah hari pertama berakhir, saya dan Om kembali ke rumahnya Om di daerah Higashi-Fuchu. Stasiun besarnya adalah stasiun Fuchu, sementara stasiun ini dekat dengan Fuchu tapi kereta yang lewat sana terbatas, enggak sebanyak Fuchu. Stasiun ini dilayani oleh kereta dari Keio Line. Malamnya setelah mandi dan bebersih, kita menuju salah satu tempat makan sushi, namanya di Jepang ya harus coba makan sushi donk. Akhirnya saya, Om, Tante dan sepupu saya naik sepeda ke sana. Setelah setahun membiasakan diri melihat left-driver di Korea, maka kalau ke Jepang akan bingung lagi karena Jepang menganut sistem setir kanan yang sama dengan Indonesia.

Sampai tempat sushi, ramai, sampai harus waiting list, tapi setelah menunggu sebentar, si pelayan memberikan kita meja di samping sushi bar ^^

segala macam sushi sampai gorengan ada, tentunya saya nggak menyia-nyiakan kesempatan makan sushi di Jepang ini

gorengan dan sushi

 

di hari minggu (hari ke 2) setopan pertama adalah tokyo dome, tempat baseball ternama dan juga tempat konser. hari ini ramai, mungkin karena ada konser (mungkin lho, mengingat saya ENGGAK BISA sama sekali membaca bahasa Jepang). Hari ini hanya saya dan Om yang jalan-jalan kesana.

suasana tokyo dome

 

di sana ternyata adalah homebase dari salah satu klub baseball ternama Jepang yaitu Tokyo Giants karena ada toko souvenirnya dan juga banyak poster-poster dari pemain Giants yang dipasang sepanjang jalan menuju Dome ini (kalo di Korea nama Giants dipakai oleh Lotte Giants)

gambar para pemain Giants

 

Setelah melihat salah satu landmark Tokyo, kami memutuskan untuk ke Museum Tokyo Edo. Museum ini merupakan museum sejarah Tokyo dari jaman Edo dulu. Kebetulan waktu di Tokyo Metropolitan Bldg kemarin saya sempat mengambil guidebook Tokyo yang warna kuning (in English) dan kebetulan ada diskon untuk masuk museum itu, maka makin senanglah saya ^^

Tokyo Edo Museum

 

Gedung museum ini cukup unik, bentuknya kaya kapal ruang angkasa dan halaman luarnya luas banget. Berhubung panas, jadi kita cepat-cepat masuk ke museum tersebut setelah membeli tiket di lantai 1. Museumnya sendiri berada di lantai atasnya.

tempat jual tiketnya

 

Museumnya sendiri bagus dan adem tentunya hehe.. Koleksinya banyak, seperti yang saya bilang tadi, meliputi Jepang dari jama nEdo sampai Jepang jaman sekarang. Suasananya gelap juga, jadi makin enak deh lihat-lihatnya dan foto-fotonya.

Tokyo jaman dulu

karena saya udah lupa apa aja lengkapnya, maka saya akan tampilkan foto-fotonya saja (daripada sok tahu tapi salah penjelasan hehe)

pakaian bangsawan jaman dulu

ketika budaya barat mulai masuk Jepang

 

Setelah puas keliling museum, tiba saat makan siang. Karena ingin murah meriah, maka kita ke tempat makan dengan vending machine. Itu lho, yang pesen makanannya pake vending machine dan nanti si koki tau kita pesan apa dan memasakkannya untuk kita. Karena penasaran lagi dengan kari Jepang, maka saya memesan kari tersebut

Ternyata banyaaak banget porsinya (superkuli) maka tidak habislah saya menyantap si kari itu ㅠㅠ

 

Oke-oke, karena udah sore dan mau makan malam, cerita saya cukupkan disini dan lanjutannya akan saya buat berikutnya~~~

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s